Kekonyolan Hidupku #DamnItWasReal!!!
Halo guys, ketemu lagi dengan saya sang penulis “wanna be”. Dalam kesempatan kali ini izinkan saya bercerita tentang “kekonyolan hidupku” (kaya orang pidato aja tuh kata2) tapi ga apa2 namanya juga penulis “wanna be” #naondeui. Kita mulai dari pengertian “konyol” itu sendiri. Konyol menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) itu berarti (1) tidak sopan; kurang ajar; (2) agak gila; kurang akal; (3) tidak berguna; sia-sia. (Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/konyol#ixzz1a3mqd900)
Ya kali ini saya akan membahas sedikit tentang kehidupan ku yang sia-sia, tak berguna atau lebih bisa dibilang “konyol”. Kekonyolan ku dimulai sejak… (aku ga tau tanggal persisnya mungkin sejak aku lahir kali ya #maybe) kita skip aja ya, sebut aja sejak dulu. Aku dilahirkan dengan takdir menjadi anak kembar dan itu yg membuat aku berbeda dengan anak yg lainnya. Ngapain kita selalu bareng dari makan, main, belajar, sampe mandi pun bareng (waktu masih bocah, sekarang ma ngga) dan yg lebih anehnya lagi sakit pun pernah bareng. Aku dan kembaranku memiliki kebiasaan yg tak lazim untuk seukuran bolita (bocah umur lima tahun) #CMIIW yaitu kita suka bermain dengan binatang2 seperti ulat, laba-laba, lipan dan sejenisnya. Kita kumpulin tuh binatang2 ke dalem toples lalu kita maenin tuh binatang, sampe akhirnya kita sakit. Demam tinggi, badan bentol2 sampe akhirnya kita kapok tuh maenan yg begituan. #DamnItWasReal!!!
Singkat cerita umurku menginjak 5 tahun dan waktunya aku dan kembaranku masuk sekolah TK dan TKA (sekolah ngaji gitu deh). Pertama masuk sih biasa aja, aku jadi anak yg pendiem gitu deh yg so baik gitu. Lama kelamaan kegilaan kita (aku dan kembaranku) mulai memuncak deh. Kita tumbuh dengan pribadi yg “hiperaktif” (Hiperaktif adalah suatu pola perilaku seseorang yang menunjukkan sikap tidak mau diam, tidak menaruh perhatian dan impulsif (semaunya sendiri)). Ya kita emang hiperaktif (Kata mamahku juga kita emang hiperaktif dari kecil) yg ga mau diam, ga mau nurut kalo diperintah guru. Pada suatu saat di kelas tuh lagi ga ada guru dan terjadilah kerusuhan yg entah bagaimana pun dikarenakan oleh kita berdua. Buku dilempar2, tas ditendangin, anak perempuan pun sampe nangis2 #DamnItWasReal!!!. Klo di WWE tuh kita bagaikan pasangan “Tag Team” yg hebat. (kalo yg ga ngerti googling aja ya). Sampe akhirnya gara2 tragedi itu, aku dan kembaranku dipisahin kelasnya. Sedih juga sih ga ada temen baong lagi, tapi apa daya. Semenjak dipisahin kelasnya, kelakuan kita mulai membaik.
Kekonyolanku berlanjut saat aku bersekolah di TKA (Taman kanak kanak Al-Qur’an). Pada saat itu sedang ada pembagian raport. Entah apa yg terjadi, ketika aku melihat hasil raport ku, aku manangis layaknya seorang bayi yg sedang kelaparan meminta diberikan susu #lebay. Ketika aku menangis, mamah dan guruku bertanya : “ade, kenapa nangis?” aku menjawab “ade ga mau rengking 3 mamah, ga mau”. Pada saat itu aku mendapat peringkat 3
“kenapa ga mau?” Tanya guruku (aku lupa siapa namanya)
“ade ga mau rengking 3, maunya rengking 100” aku jawab sambil ingsreuk- ingsreukan
Dan apa yg terjadi setelah mereka mendengar alesan aku menangis?? Mereka pun tertawa dan aku menangis sejadi2nya. Sampe di rumah aku ga berenti menangis, sampe tuh rapot diganti angkanya jadi 100.#DamnItWasReal!!!.
Walaupun “nakal” aku tetap jadi murid kesayangan guruku dan teman2ku. Mungkin karena tampangku yg imut2 ini dengan balutan alis tebal dan bulu mata lentik aku jarang mendapatkan marah atau teguran yg berlebih. #narsis
Kekonyolan ku berlanjut sampe ketika kakaku sakit dan entah apa yg kupikirkan melihat kembaran ku sakit, aku juga jadi ingin sakit. Aku bilang ke mamah, “mamah, ade juga ingin sakit sama kaya kaka”. “kenapa?” Tanya mamahku. Dan apa alasan ku yg ingin sakit juga pasti di luar nalar kalian yaitu: “ADE JUGA INGIN DISAYANG MAMAH SAMA KAYA KAKA”. Secara gitu yah, orang lagi sakit pasti dikasih perhatian berlebih oleh orang tua. Nah ini orang malah mau sakit Cuma karena mau dikasih perhatian juga. Dan apa yg terjadi 2 hari kemudian, do’a ku pun terkabul, aku jatuh sakit disaat kakaku sembuh. #DamnItWasReal!!!
Mungkin kalo gue yg sekarang ketemu sama gue yg bocah, udah gue jitak tuh anak dan gue ceramahin untuk jadi anak yg biasa aja sebagaimana mestinya. Namun, inilah kehidupan, kita sudah ditakdirkan begini ya begini, ga bisa ngerubah apa yg telah terjadi #naondeui
Sedikit pantun dari gue: “kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Kalau ada umur yang panjang, boleh kita berjumpa lagi”
Mungkin sekian dulu cerita kekonyolan dari saya, nantikan cerita-cerita selanjutnya. bye :)
-
erapisan reblogged this from fachreinrachim
-
baharmuhamad likes this
-
fachreinrachim posted this